Serapan APBD Nias Selatan 42,06% per September, Capaian Oktober 2025 52,04%. Bupati Nisel: Optimis Maksimal
Serapan APBD Nias Selatan 42,06% per September, Capaian Oktober 2025 52,04%. Bupati Nisel: Optimis Maksimal
NIAS SELATAN — Pemerintah Kabupaten Nias Selatan optimistis mampu memaksimalkan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, meski realisasi belanja hingga September baru mencapai 42,06 persen. Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia mengatakan percepatan penyerapan akan terus didorong melalui evaluasi mingguan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kita tetap optimis penyerapan anggaran akan maksimal tahun 2026,” ujar Bupati Nias Selatan dalam tanggapannya kepada wartawan lewat aplikasi perpesanan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 20 September 2026, realisasi belanja APBD Nias Selatan mencapai Rp635,34 miliar dari anggaran sekitar Rp1,51 triliun. Capaian tersebut masih berada di bawah realisasi belanja hingga 31 Oktober 2025 yang tercatat sekitar 52,04 persen dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK.
Bupati menyebut evaluasi penyerapan anggaran dilakukan setiap pekan melalui rapat OPD. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perangkat daerah mempercepat pelaksanaan anggaran.
“Langkah konkretnya tetap mendorong OPD untuk terus melakukan percepatan penyerapan anggaran dengan setiap minggu kita melakukan evaluasi penyerapan anggaran melalui rapat OPD,” katanya.
Ia menegaskan, percepatan penyerapan tetap harus berpedoman pada regulasi dan menjaga kualitas pekerjaan.
“Dan senantiasa tetap mempedomani regulasi yang ada dan menjaga kualitas pekerjaan,” ujar Bupati.
Data SIKD memperlihatkan belanja modal masih menjadi salah satu komponen dengan tingkat realisasi rendah. Dari anggaran sekitar Rp189,39 miliar, realisasinya baru mencapai Rp44,72 miliar atau 23,62 persen. Adapun belanja hibah dengan pagu sekitar Rp92,60 miliar baru terealisasi Rp9,53 miliar atau 10,29 persen.
Realisasi belanja pada September meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Agustus, penyerapan tercatat Rp538,81 miliar atau 35,67 persen. Dalam satu bulan, realisasi belanja bertambah sekitar Rp96,53 miliar menjadi Rp635,34 miliar.
Belanja modal juga mengalami peningkatan dari Rp22,12 miliar pada Agustus menjadi Rp44,72 miliar pada September. Meski demikian, persentasenya masih berada pada level 23,62 persen dari total anggaran belanja modal.
Capaian tahun sebelumnya menjadi salah satu pembanding dalam melihat perkembangan realisasi anggaran. LHP BPK atas kepatuhan belanja barang dan jasa, belanja modal, serta belanja subsidi Tahun Anggaran 2025 mencatat realisasi belanja daerah Nias Selatan hingga 31 Oktober 2025 sebesar Rp790,69 miliar dari anggaran Rp1,519 triliun atau sekitar 52,04 persen.
Angka tersebut merupakan capaian realisasi pada periode anggaran 2025, bukan target resmi penyerapan APBD 2026. Bupati sendiri belum menyebutkan target persentase maupun nominal yang ingin dicapai pada akhir Oktober atau akhir tahun.
Dengan waktu pelaksanaan anggaran yang semakin terbatas, pemerintah daerah menghadapi tantangan untuk meningkatkan realisasi tanpa mengabaikan ketentuan pengadaan, pertanggungjawaban keuangan, dan kualitas pekerjaan. Evaluasi mingguan yang disebut Bupati kini perlu tercermin dalam perkembangan angka penyerapan, terutama pada belanja modal dan belanja hibah.
Optimisme Bupati menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai arah penyerapan APBD 2026. Namun, seberapa besar hasil evaluasi dan dorongan terhadap OPD mampu mengubah capaian 42,06 persen, masih akan terlihat dalam laporan realisasi anggaran pada periode berikutnya.(DJ)


Komentar via Facebook