Tak Cukup dari Meja, Bupati Nias Selatan Turun Jalan Kaki Pastikan Kebutuhan Infrastruktur, FORWAKUM Kepulauan Nias: Selaras dengan Gubernur
Tak Cukup dari Meja, Bupati Nias Selatan Turun Jalan Kaki Pastikan Kebutuhan Infrastruktur, FORWAKUM Kepulauan Nias: Selaras dengan Gubernur
NIAS SELATAN – Bupati Nias Selatan, Sokhiatulö Laia, bersama sejumlah anggota DPRD Nias Selatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kasiaro Ndruru, serta Camat Onolalu, meninjau langsung rencana pembangunan jalan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Onolalu. Karena kondisi medan belum memungkinkan dilalui kendaraan roda empat, rombongan harus menelusuri jalur tersebut dengan berjalan kaki.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan bahwa rencana pembangunan infrastruktur benar-benar didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan kondisi faktual di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan laporan administratif dari jajaran di bawahnya.
Melalui unggahan di akun resmi media sosialnya, Bupati menegaskan bahwa setiap laporan mengenai kebutuhan infrastruktur perlu diverifikasi secara langsung sebelum menjadi dasar pengambilan keputusan.
“Bagi saya, setiap masukan dan laporan mengenai kebutuhan infrastruktur tidak bisa hanya di-‘iya’-kan dari atas meja. Saya harus turun, melihat langsung ke lapangan, dan memastikan apakah jalan tersebut memang menjadi kebutuhan vital masyarakat banyak,” tulis Bupati.
Menurutnya, pembangunan jalan konektivitas memiliki peran penting dalam membuka akses antarwilayah. Ketika akses jalan tersambung, aktivitas masyarakat diharapkan semakin mudah dan pergerakan ekonomi setempat dapat berkembang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Bupati Nias Selatan juga melakukan sejumlah peninjauan langsung terhadap infrastruktur di wilayah pelosok, baik pada lokasi yang sedang dalam pengerjaan maupun yang masih berada dalam tahap perencanaan. Peninjauan di Kecamatan Onolalu menjadi salah satu agenda untuk melihat langsung kebutuhan konektivitas wilayah sebelum rencana pembangunan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Bupati menyampaikan bahwa pembangunan jalan konektivitas di Kecamatan Onolalu tersebut ditargetkan mulai dieksekusi pada 2027. Namun, realisasinya masih memerlukan penyelesaian proses administrasi dan kelengkapan hibah lahan.
Ia mengatakan telah meminta pihak terkait agar persyaratan tersebut segera diselesaikan sehingga rencana pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Menanggapi langkah tersebut, Sekertaris Forum Wartawan dan Aktivis Kepulauan Nias (FORWAKUM), Daniel Simanjuntak, menilai keterlibatan langsung kepala daerah dalam memverifikasi kebutuhan masyarakat merupakan hal penting untuk memastikan kebijakan pembangunan berangkat dari kondisi faktual di lapangan.
Menurut Daniel, pendekatan tersebut selaras dengan langkah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Meski demikian, ia menekankan bahwa peninjauan lapangan harus diikuti dengan perencanaan yang matang, kepastian anggaran, dan pelaksanaan yang transparan.
Peninjauan, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai kegiatan lapangan semata, tetapi perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar kebutuhan masyarakat benar-benar terakomodasi dalam program pembangunan.
Adapun rincian mengenai panjang ruas jalan yang direncanakan, wilayah yang akan dihubungkan, estimasi kebutuhan anggaran, serta status penganggaran untuk 2027 belum dijelaskan dalam unggahan Bupati tersebut.
Kejelasan mengenai aspek-aspek itu diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana kesiapan rencana pembangunan jalan konektivitas Onolalu, mulai dari penyelesaian administrasi dan lahan hingga dukungan anggaran serta pelaksanaan pekerjaan fisik.
Dengan demikian, hasil peninjauan langsung tersebut akan diuji melalui tindak lanjut perencanaan dan realisasi pembangunan, termasuk sejauh mana konektivitas yang direncanakan nantinya mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat.(Red)


Komentar via Facebook