Bupati Kawal Pemerataan Infrastruktur, Wakil Bupati Menjangkau Pulau Terluar Nias Selatan
Bupati Kawal Pemerataan Infrastruktur, Wakil Bupati Menjangkau Pulau Terluar Nias Selatan
NIAS SELATAN – Pemerataan pembangunan di Kabupaten Nias Selatan menjadi komitmen bersama Bupati dan Wakil Bupati Yusuf Nache, dengan menempatkan kebutuhan utama setiap wilayah sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan. Setelah pembangunan jalan dan jembatan di wilayah pedalaman menjadi perhatian, kini kebutuhan listrik, fasilitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan di pulau terluar, termasuk Kecamatan Pulau Simuk, turut menjadi sorotan pemerintah daerah.
“Pemerataan itu tidak mesti harus sama, tetapi skala prioritas di masing-masing daerah yang menjadi kebutuhan utama yang paling kami utamakan bersama Bupati,” ujar Yusuf Nache saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, komitmen pemerataan tersebut merupakan perhatian bersama dirinya dan Bupati. Adapun penanganan kebutuhan fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan ketersediaan obat-obatan diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai bidang tugas masing-masing.
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Salah satunya Kecamatan Pulau Simuk, yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar dan akses transportasi laut.
Dalam kunjungan kerja ke Simuk pada akhir September 2026, Wakil Bupati meninjau sejumlah fasilitas pendidikan dan kesehatan, sekaligus mendampingi tim PLN melakukan survei perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS).
Di sektor pendidikan, Yusuf Nache mendapati kondisi gedung SD Negeri Nomor 074072 Simuk yang dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai tempat belajar. Ia menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti pembangunan kembali sekolah tersebut pada 2027.
Kondisi serupa ditemukan di SD Negeri Nomor 071137 Silina dan SMP Negeri 1 Pulau Simuk. Sejumlah bagian bangunan, mulai dari atap, plafon, kusen, hingga lantai, dilaporkan membutuhkan perbaikan. Pihak sekolah juga mengusulkan pembangunan rumah dinas guru yang lebih layak.
Selain kerusakan bangunan, persoalan hak tenaga pendidik turut disampaikan kepada Wakil Bupati. Tiga guru di SD Silina dilaporkan belum menerima tunjangan sertifikasi untuk periode Januari hingga September 2026. Sementara itu, tunjangan daerah terpencil bagi guru di SD Simuk untuk periode Juli hingga September 2024 juga disebut belum terealisasi.
Di bidang kesehatan, Puskesmas Simuk masih membutuhkan penempatan dokter, pemenuhan kebutuhan obat-obatan, pembangunan pagar dan fasilitas parkir, serta penyelesaian rumah dinas dokter dan perawat. Bangunan rumah dinas tersebut disebut menyisakan sekitar 10 persen pekerjaan, tetapi belum dapat ditempati karena pembangunannya belum rampung.
Yusuf Nache menyatakan kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan dengan Bupati Nias Selatan dan diupayakan masuk dalam penganggaran 2027. Sementara itu, tindak lanjut teknis atas persoalan pendidikan dan kesehatan menjadi tanggung jawab OPD terkait sesuai kewenangannya.
Pada sektor kelistrikan, Wakil Bupati menegaskan bahwa rencana PLTS komunal mencakup seluruh enam desa di Kecamatan Simuk. Program tersebut direncanakan menjangkau Desa Gobo, Gobo Baru, Gondia, Maufa, Silina, dan Silina Baru.
Survei bersama PLN Engineering dan PLN UP3 Nias dilakukan untuk memeriksa kondisi lokasi, mengumpulkan data teknis, mengidentifikasi kebutuhan jaringan distribusi, meninjau akses menuju lokasi, serta memverifikasi status lahan yang telah dihibahkan.
“Kita berharap bersama supaya sesegera mungkin direalisasikan oleh PLN,” kata Yusuf Nache mengenai rencana pembangunan PLTS tersebut.
Dengan demikian, realisasi program kelistrikan di Simuk juga bergantung pada tindak lanjut dan tahapan pelaksanaan oleh PLN. Kepastian jadwal pembangunan, kesiapan teknis, serta target operasional menjadi hal yang perlu dikawal agar rencana tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perhatian terhadap Simuk melanjutkan rangkaian pemberitaan Mediakita.news mengenai pemerataan pembangunan di Nias Selatan. Dalam pemberitaan 25 September 2026 berjudul Bupati Tepati Janji, Kerinduan Masyarakat Pedalaman Nias Selatan akan Jalan dan Jembatan Mulai Terwujud, Mediakita mengangkat perkembangan pembangunan akses infrastruktur yang diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.
Selanjutnya, melalui pemberitaan 12 Oktober 2026 berjudul Janji Pemerataan Infrastruktur Berlanjut, Bupati Nias Selatan Turun Langsung Kawal Harapan Warga, Mediakita menyoroti pembangunan Jembatan Rii di Desa Ambukha, Kecamatan Lahusa, dengan nilai pagu Rp1,2 miliar dan masa pelaksanaan 80 hari kalender.
Rangkaian pemberitaan tersebut memperlihatkan beragam kebutuhan pembangunan di Nias Selatan. Di wilayah pedalaman, konektivitas melalui jalan dan jembatan menjadi perhatian, sedangkan di kawasan kepulauan, kebutuhan listrik dan kelayakan fasilitas pelayanan dasar juga memerlukan penanganan sesuai kondisi setempat.
Prinsip skala prioritas yang disampaikan Wakil Bupati menjadi penting dalam konteks tersebut. Pemerataan tidak selalu berarti setiap wilayah memperoleh jenis pembangunan atau alokasi yang identik, melainkan bagaimana kebutuhan mendesak masyarakat dapat diidentifikasi dan ditangani secara proporsional melalui perencanaan serta penganggaran yang tepat.
Namun, komitmen pemerataan pada akhirnya perlu dibuktikan melalui tindak lanjut yang terukur. Pembangunan kembali sekolah, penyelesaian rumah dinas tenaga kesehatan, pemenuhan kebutuhan dokter dan obat-obatan, serta realisasi PLTS membutuhkan kejelasan tahapan, koordinasi antarlembaga, dan kepastian pelaksanaan.
Bagi masyarakat Pulau Simuk, harapan terhadap pemerataan bukan sekadar tentang kehadiran pejabat di lapangan. Masyarakat membutuhkan sekolah yang aman dan layak, pelayanan kesehatan yang memadai, serta ketersediaan listrik yang dapat menunjang pendidikan, kegiatan ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.
Kesinambungan agenda pemerataan pembangunan di Nias Selatan akan terlihat dari sejauh mana komitmen Bupati dan Wakil Bupati diterjemahkan menjadi program yang terlaksana dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau terluar.(Red)


Komentar via Facebook