Akses Tertutup di Rumah Dinas Bupati Nias Barat, Wartawan Gagal Meliput Kegiatan Kesehatan

Akses Tertutup di Rumah Dinas Bupati Nias Barat, Wartawan Gagal Meliput Kegiatan Kesehatan

Transparansi Kinerja Pejabat Publik Dipertanyakan

Akses Tertutup di Rumah Dinas Bupati Nias Barat, Wartawan Gagal Meliput Kegiatan Kesehatan

Foto: Rumah Dinas Bupati Nias Barat

NIAS BARAT - Kegiatan pemaparan laporan hasil magang dokter tenaga jasa profesional di Kabupaten Nias Barat berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Kamis, 26 Maret 2026. Agenda yang dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, dan tenaga medis itu dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari.

Namun di balik berlangsungnya kegiatan tersebut, akses bagi media tidak terbuka.

Sekitar pukul 11.00 WIB, tiga wartawan dari Metro TV, Sumut Pos, dan Go Sumut tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan dari Teluk Dalam, Nias Selatan. Kehadiran mereka untuk meliput kegiatan sekaligus melakukan wawancara dengan Bupati Nias Barat terkait agenda sektor kesehatan.

Di pos penjagaan, wartawan tidak diarahkan ke ruang kegiatan, melainkan diminta masuk ke ruang rapat yang terpisah. Sementara itu, kegiatan utama berlangsung di dalam rumah dinas dengan seluruh pintu akses—baik pintu utama maupun sisi samping—dalam kondisi tertutup.

Upaya koordinasi dilakukan melalui ajudan bupati (ADC). Dari komunikasi tersebut, wartawan diarahkan untuk berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Nias Barat apabila ingin melakukan wawancara.

Meski seluruh pihak yang hendak diwawancarai berada di lokasi yang sama, wartawan kembali diarahkan untuk menunggu di kantor Dinas Kesehatan. Permintaan itu tidak diikuti, dengan pertimbangan efisiensi koordinasi di lokasi kegiatan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Bupati Nias Barat kemudian meninggalkan rumah dinas tanpa memberikan keterangan kepada media yang telah menunggu sejak siang hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan sejumlah peserta kegiatan masih berada di lokasi untuk makan siang. Upaya konfirmasi lanjutan dilakukan melalui pesan singkat. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan sedang dalam kesibukan dan mengaku belum menerima penyampaian terkait permintaan wawancara yang sebelumnya telah dikoordinasikan melalui ajudan bupati.

Beberapa saat setelah kegiatan berakhir, Kepala Dinas Kesehatan meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan lain milik rumah dinas bupati, bukan kendaraan dinas yang terparkir di area tersebut. Hingga saat itu, wawancara yang diminta tidak terlaksana.

Seiring waktu, para peserta kegiatan meninggalkan lokasi satu per satu. Tidak ada sesi keterangan resmi maupun kesempatan wawancara bagi media yang telah hadir di tempat.

Kondisi ini menambah catatan mengenai akses informasi dalam kegiatan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Kegiatan yang melibatkan tenaga medis dan menyangkut layanan masyarakat luas tersebut berlangsung tanpa keterlibatan langsung media, meski wartawan telah berada di lokasi.

Di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik, peran media sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat menjadi penting. Namun dalam kegiatan ini, akses tersebut tampak belum sepenuhnya terbuka.(Red)