Bupati Tepati Janji, Kerinduan Masyarakat Pedalaman Nias Selatan akan Jalan dan Jembatan Mulai Terwujud
Bupati Tepati Janji, Kerinduan Masyarakat Pedalaman Nias Selatan akan Jalan dan Jembatan Mulai Terwujud
NIAS SELATAN – Kerinduan masyarakat pedalaman Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, terhadap akses jalan dan jembatan yang layak mulai mendapat titik terang. Di bawah kepemimpinan Bupati Sokhiatulö Laia, pemerintah daerah mulai mendorong pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas, termasuk Kecamatan Aramo, Idanotae, dan Lahusa.
Langkah tersebut ditandai dengan pematokan sejumlah titik pembangunan jalan, peletakan batu pertama (groundbreaking), serta kelanjutan pembangunan jembatan. Salah satu langkah yang mendapat perhatian masyarakat adalah peninjauan langsung Bupati Sokhiatulö Laia terhadap sejumlah infrastruktur di Kecamatan Aramo, sekaligus groundbreaking pembangunan jalan menuju wilayah kecamatan tersebut sekitar dua pekan lalu.
Kehadiran langsung Bupati dalam peninjauan tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kecamatan Aramo. Bagi warga, langkah itu menjadi perkembangan penting setelah akses jalan menuju wilayah mereka selama puluhan tahun menghadapi persoalan kerusakan dan keterbatasan pembangunan.
Tokoh masyarakat Kecamatan Aramo,Yafita. Halawa menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sokhiatulö Laia yang telah turun langsung melihat kondisi infrastruktur sekaligus memulai tahapan pembangunan jalan menuju Kecamatan Aramo.
Menurutnya, pembangunan akses tersebut merupakan salah satu janji yang disampaikan pasangan calon kepala daerah (Cakada) Sokhiatulö Laia saat masa kampanye. Jalan yang menjadi perhatian masyarakat itu memiliki panjang sekitar empat kilometer dan selama puluhan tahun dinilai belum tersentuh pembangunan yang memadai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah turun langsung meninjau infrastruktur di Aramo. Ini merupakan harapan masyarakat yang sudah lama kami nantikan. Sewaktu masa kampanye, pasangan Cakada Sokhiatulö sudah menjanjikan pembangunan akses menuju Kecamatan Aramo,” ungkap Yafita.
Ia menggambarkan kondisi jalan yang selama ini dilalui warga sebagai jalur yang sangat memprihatinkan, terutama ketika hujan turun dan badan jalan berubah menjadi berlumpur.
“Jalan itu sudah puluhan tahun kami nantikan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Ibarat ibu hamil lewat jalan itu bisa keguguran,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan beratnya kondisi akses yang harus dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan yang sulit dilalui tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga dapat memengaruhi kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan hubungan masyarakat dengan pusat pemerintahan.
Bagi masyarakat Aramo, pembangunan jalan menuju wilayah kecamatan bukan sekadar peningkatan infrastruktur fisik. Akses yang lebih layak diharapkan mampu memperlancar perjalanan warga, mengurangi hambatan transportasi, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.
Selain Kecamatan Aramo, pemerintah daerah juga mengarahkan perhatian pada pembangunan dan peningkatan akses jalan di Kecamatan Idanotae. Pematokan titik awal pembangunan jalan menuju Kantor Camat Aramo serta pengembangan konektivitas jalur Gomo–Idanotae menjadi bagian dari langkah pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Nias Selatan.
Di Kecamatan Lahusa, kelanjutan pembangunan Jembatan Sungai Masio di Desa Hilizomboi juga menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat, termasuk akses menuju Kecamatan Susua, sekaligus mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah wilayah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses transportasi dan mengurangi kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Bagi masyarakat pedalaman, tersedianya akses yang layak memiliki hubungan langsung dengan kesempatan memperoleh pelayanan publik dan mengembangkan aktivitas perekonomian.
Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia dalam berbagai kesempatan menyampaikan komitmennya terhadap pembangunan jalan dan jembatan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas serta menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.
Pembangunan akses menuju Mazo, Aramo, dan Idanotae, termasuk infrastruktur penyeberangan Sungai Masio, menjadi sejumlah titik yang perlu dikawal agar pelaksanaannya sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, dan kebutuhan masyarakat.
Dimulainya pembangunan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk membuktikan komitmen pembangunan melalui pekerjaan yang nyata. Namun, realisasi janji infrastruktur juga perlu diikuti dengan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta transparansi penggunaan anggaran.
Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan turut mengawal pelaksanaan proyek-proyek strategis tersebut. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh dimulainya pekerjaan, tetapi juga oleh kualitas hasil, penyelesaian sesuai target, dan manfaat yang benar-benar dirasakan warga.
Bagi masyarakat pedalaman Nias Selatan, jalan dan jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut merupakan akses menuju pelayanan publik, penggerak perekonomian, dan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Setelah puluhan tahun menanti, pembangunan yang mulai bergerak menghadirkan harapan baru bagi warga Aramo, Idanotae, Lahusa, dan wilayah pedalaman lainnya. Harapan itu kini menanti pembuktian melalui pembangunan yang tuntas, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(DJ)


Komentar via Facebook