Diduga Gelapkan Uang Rp400 Juta, Agus Adek Bupati Dilaporkan Oleh Frans.

Diduga Gelapkan Uang Rp400 Juta, Agus Adek Bupati Dilaporkan Oleh Frans.

Diduga Gelapkan Uang Rp400 Juta, Agus Adek Bupati Dilaporkan Oleh Frans.

SIMALUNGUN(SUMUT) –-- Seorang warga bernama Frans mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah uang yang dipinjam oleh Agus, yang disebut sebagai adik seorang bupati hingga kini belum juga dikembalikan. Frans menyebutkan total uang yang dipinjam mencapai Rp400 juta dan hingga kini belum ada kejelasan pengembalian.

Menurut keterangan Frans kepada wartawan,Uang tersebut diserahkan secara bertahap pada awal Juli 2025. Penyerahan uang bahkan dilengkapi dengan kuitansi yang ditandatangani langsung oleh Agus sebagai bukti penerimaan dana dari dirinya.

Frans menjelaskan bahwa dalam kuitansi tersebut tertulis uang sebesar Rp300 juta diberikan pada tanggal 2 Juli 2025 untuk keperluan bupati. Sementara itu, pada tanggal 4 Juli 2025 kembali diminta uang sebesar Rp100 juta dengan alasan untuk kepentingan Sinode GKPS.

“Kuitansi itu ada dan ditandatangani langsung oleh Agus. Di situ jelas tertulis peruntukannya. Saya memberikan uang tersebut karena percaya,”.Ujar Frans saat ditemui.

Namun setelah uang tersebut diberikan, Frans mengaku hingga kini belum menerima pengembalian dana sebagaimana yang dijanjikan. Ia bersama keluarganya bahkan sudah berulang kali mendatangi Agus untuk menanyakan kepastian pembayaran.

“Aku dan keluarga sudah bolak-balik menagih uang itu, tetapi selalu diberi janji. Sampai sekarang belum ada realisasi, hanya janji palsu terus,”. Ungkap Frans dengan nada kecewa.

Saat dikonfirmasi secara langsung, Agus tidak membantah bahwa dirinya memang pernah menerima uang dari Frans. Ia mengakui bahwa uang sebesar Rp400 juta tersebut memang diambil dari rumah Frans.

“Iya, memang pernah diminta uang itu dari rumah Frans,”.Ujar Agus singkat ketika dikonfirmasi wartawan terkait persoalan tersebut.

Namun ketika ditanya kapan uang tersebut akan dikembalikan, Agus hanya menyampaikan bahwa dirinya masih berupaya untuk melunasi. “Ini lagi diusahakan,”.Ucapnya singkat, meskipun menurut Frans janji tersebut sudah berulang kali disampaikan tanpa kejelasan waktu pembayaran.

 

(Red)