Jalan Kaki 5 KM, Bupati Nias Utara Tinjau Infrastruktur Perbatasan, IKMANIRA: Sang Motivator dan Inspiratif
Jalan Kaki 5 KM, Bupati Nias Utara Tinjau Infrastruktur Perbatasan, IKMANIRA: Sang Motivator dan Inspiratif
NIAS UTARA – Bupati Nias Utara bersama Ketua DPRD Nias Utara Yaman Telaumbanua, Anggota DPRD Nias Utara dari Partai NasDem Iman Jaya Lase, Anggota DPRD Nimerodi Hia, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta jajaran pemerintah daerah meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Desa Botonaai dan Desa Harefa, Kecamatan Tugala Oyo, Kamis (13/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki hampir lima kilometer hingga menuju ruas jalan perbatasan Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat.
Survei dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jalan dan jembatan di dua desa perbatasan yang selama ini masih minim infrastruktur. Hasil peninjauan lapangan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan guna meningkatkan akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota DPRD Nias Utara dari Fraksi Nasdem Iman Jaya Lase dan Nimerodi Hia dari Fraksi PAN yang merupakan putra asli Desa Botonaai. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halamannya yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.
Pendiri Ikatan Masyarakat Nias Utara (IKMANIRA), Yasatulo Lase, mengapresiasi langkah Bupati Nias Utara yang memilih turun langsung ke lapangan bersama pimpinan DPRD dan jajaran OPD.
"Bagi kami, Bupati Nias Utara telah menunjukkan kepemimpinan yang memberi motivasi dan inspirasi. Berjalan kaki hampir lima kilometer untuk melihat langsung kondisi jalan dan jembatan di wilayah perbatasan bukan pekerjaan yang mudah. Ini menjadi contoh bahwa seorang pemimpin harus hadir, melihat, dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat," ujar Yasatulo.
Yasatulo, yang juga merupakan putra kelahiran Desa Botonaai dan hingga kini orang tuanya masih menetap di desa tersebut, mengatakan masyarakat telah lama mendambakan pembangunan infrastruktur yang layak di kawasan perbatasan.
"Saya lahir dan besar di Desa Botonaai. Saya memahami bagaimana sulitnya akses yang selama ini dihadapi masyarakat. Karena itu, kami berharap hasil survei ini menjadi awal percepatan pembangunan jalan dan jembatan sehingga masyarakat di wilayah perbatasan dapat merasakan pemerataan pembangunan," katanya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi di Nias Utara.
Kunjungan lapangan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap hasil survei segera ditindaklanjuti melalui program pembangunan nyata demi meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan warga di Desa Botonaai, Desa Harefa, serta wilayah perbatasan Kabupaten Nias Utara.(DJ)


Komentar via Facebook