Janji Pemerataan Infrastruktur Berlanjut, Bupati Nias Selatan Turun Langsung Kawal Harapan Warga
Janji Pemerataan Infrastruktur Berlanjut, Bupati Nias Selatan Turun Langsung Kawal Harapan Warga
NIAS SELATAN – Pembangunan Jembatan Rii di Desa Ambukha, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, memasuki tahap pematokan awal. Proyek dengan nilai pagu Rp1,2 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Putra Jaya Dami dengan waktu pelaksanaan 80 hari kalender.
Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia meninjau langsung proses pematokan awal pembangunan jembatan tersebut bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), sebagaimana disampaikan melalui unggahan di akun media sosial Bupati.
Pembangunan Jembatan Rii menjadi bagian dari upaya pemerataan infrastruktur di wilayah pedalaman Nias Selatan. Keberadaan jembatan ini diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat, khususnya akses yang menghubungkan Desa Sarahililaza dan Desa Harenoro di Kecamatan Lahusa dengan Desa Hiliwaebu di Kecamatan Susua.
Dalam unggahan tersebut, pemerintah daerah menyebut pembangunan Jembatan Rii sebagai bagian dari pemenuhan komitmen Bupati setelah beberapa bulan sebelumnya melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan melihat kondisi akses penyeberangan yang belum memadai bagi masyarakat.
Bupati juga meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar dan kondusif. Kepada pihak rekanan pelaksana, ia menekankan pentingnya mengikuti prosedur yang berlaku serta mengutamakan kualitas konstruksi demi keselamatan dan kenyamanan warga.
Dengan nilai pagu Rp1,2 miliar dan masa pelaksanaan 80 hari kalender, pekerjaan Jembatan Rii menjadi salah satu proyek infrastruktur yang perlu dikawal agar selesai sesuai ketentuan. Ketepatan waktu, kesesuaian spesifikasi teknis, dan kualitas konstruksi menjadi aspek penting untuk memastikan jembatan dapat dimanfaatkan secara aman oleh masyarakat.
Pematokan awal merupakan tahapan persiapan pekerjaan dan tidak dengan sendirinya menandakan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi telah berjalan atau selesai. Karena itu, perkembangan pelaksanaan proyek, termasuk tanggal mulai pekerjaan dan target penyelesaiannya, perlu dipastikan melalui dokumen kontrak dan keterangan Dinas PUTR.
Perkembangan ini menambah daftar pembangunan infrastruktur pedalaman yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Sebelumnya, perhatian masyarakat juga tertuju pada pembangunan akses jalan menuju Kecamatan Aramo serta kelanjutan pembangunan Jembatan Sungai Masio di Desa Hilizomboi, Kecamatan Lahusa.
Dalam pemberitaan MediaKita sebelumnya, seorang tokoh masyarakat Kecamatan Aramo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati yang meninjau langsung kondisi infrastruktur dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan menuju wilayah tersebut. Ia menyebut akses jalan sekitar empat kilometer itu telah lama menjadi kerinduan masyarakat.
Bagi warga di wilayah yang menghadapi keterbatasan konektivitas, pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar proyek fisik. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta hubungan ekonomi antarwilayah.
Karena itu, pembangunan Jembatan Rii tidak hanya dinilai dari dimulainya pekerjaan, tetapi juga dari kesesuaian pelaksanaan dengan kontrak, mutu hasil konstruksi, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Setelah lama menantikan akses yang lebih memadai, warga Lahusa dan Susua kini berharap pembangunan Jembatan Rii dapat diselesaikan sesuai target dan menjadi penghubung yang aman serta bermanfaat bagi aktivitas sehari-hari.(Red)


Komentar via Facebook