KMP Hafamati Ditargetkan Beroperasi Oktober, Hubungkan Empat Wilayah Kepulauan Nias Selatan
KMP Hafamati Ditargetkan Beroperasi Oktober, Hubungkan Empat Wilayah Kepulauan Nias Selatan
TELUKDALAM - Harapan masyarakat di sejumlah wilayah kepulauan Nias Selatan untuk mendapatkan akses transportasi laut yang lebih baik semakin dekat terwujud.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menargetkan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Hafamati HF mulai beroperasi pada Oktober 2026 melalui layanan angkutan penyeberangan perintis.
KMP Hafamati HF akan melayani rute Pulau Tello–Lasondre–Saeru–Lumbui Melayu dengan total lintasan sekitar 39 mil. Kehadiran kapal ini diharapkan memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan Nias Selatan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba, Ellenor Piri, mengatakan konektivitas transportasi laut memiliki arti penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, layanan penyeberangan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat dengan keluarga, kebutuhan sehari-hari, pendidikan, layanan kesehatan hingga pusat-pusat perekonomian.
“Karena itu, kami ingin kehadiran KMP Hafamati nantinya benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah yang dilayani,” ujar Ellenor dalam keterangan terkait persiapan pengoperasian KMP Hafamati HF.
KMP Hafamati HF merupakan kapal tipe Ro-Ro Passenger Boat dengan ukuran 30 Gross Tonnage (GT). Kapal tersebut memiliki kapasitas hingga 40 penumpang dan dapat mengangkut hingga 10 unit sepeda motor.
Kapal dengan kecepatan dinas mencapai 10 knot itu akan melayani sejumlah pulau dalam satu rangkaian perjalanan, mulai dari Pulau Tello, Lasondre, Saeru hingga Lumbui Melayu.
Untuk periode layanan 2026, pengoperasian KMP Hafamati HF direncanakan berlangsung selama 92 hari. Pada masing-masing lintasan, direncanakan terdapat 80 perjalanan atau trip.
ASDP menyebut persiapan pengoperasian terus dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, pelayanan dan keamanan. Setelah sempat tertunda, pengoperasian KMP Hafamati kini kembali dipersiapkan agar dapat memberikan layanan kepada masyarakat pada Oktober mendatang.
Ellenor mengatakan pihaknya berharap layanan tersebut tidak hanya berjalan saat awal pengoperasian, tetapi dapat berlangsung secara baik dan berkelanjutan.
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dan yang terpenting, setiap pengoperasian harus tetap memenuhi kesiapan dan aspek keselamatan, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” katanya.
Dari sisi Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Kepala Dinas Perhubungan Damai Omega menyambut baik rencana pengoperasian kapal perintis tersebut.
Menurut Damai, konektivitas antarpulau merupakan kebutuhan penting bagi Nias Selatan, terutama bagi masyarakat yang akses transportasinya sangat bergantung pada angkutan laut.
“Kami berharap KMP Hafamati dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Konektivitas antarpulau merupakan kebutuhan penting bagi Nias Selatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang akses transportasinya sangat bergantung pada angkutan laut,” ujar Damai.
Pemkab Nias Selatan, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan ASDP dan pemangku kepentingan terkait agar layanan tersebut dapat berjalan dengan baik serta memberikan kepastian konektivitas bagi masyarakat.
Rencana keberlanjutan layanan juga disiapkan untuk 2027. Dalam perencanaannya, layanan keperintisan KMP Hafamati disiapkan beroperasi selama 365 hari dengan target 289 trip pada masing-masing lintasan.
Bagi masyarakat kepulauan Nias Selatan, kehadiran KMP Hafamati diharapkan bukan sekadar menambah pilihan moda transportasi laut. Lebih jauh, layanan ini diharapkan dapat memperpendek keterisolasian antarpulau dan membuka akses yang lebih luas terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan serta kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Dengan menghubungkan Pulau Tello, Lasondre, Saeru dan Lumbui Melayu, KMP Hafamati menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah kepulauan Nias Selatan yang selama ini sangat bergantung pada transportasi laut.(DJ)


Komentar via Facebook