KPKMRI Jadi Motor Utama, Lomba Cerdas Cermat SMA Siantar–Simalungun Gaungkan Semangat Anti Korupsi.
KPKMRI Jadi Motor Utama, Lomba Cerdas Cermat SMA Siantar–Simalungun Gaungkan Semangat Anti Korupsi.
PEMATANGSIANTAR (SUMUT)---
Lomba Cerdas Cermat tingkat SMA se-Siantar dan Simalungun yang digelar di Aula Serba Guna Kantor Walikota Pematangsiantar berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Lembaga Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia (KPKMRI) sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi.
KPKMRI tampil sebagai penggerak utama dalam kegiatan ini dengan mengusung konsep lomba edukatif berbasis nilai-nilai anti korupsi. Tidak hanya sekadar ajang adu kecerdasan, Lomba ini dirancang untuk membentuk pola pikir kritis serta menanamkan kesadaran sejak dini akan pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 12 sekolah tingkat SMA turut ambil bagian di antaranya SMA Negeri 2 Pematangsiantar, SMA Negeri 1 Raya, SMA Swasta Teladan Pematangsiantar, SMA Swasta Metodist Pematangsiantar, SMA Plus Raya, SMA Swasta Asisi Siantar, SMA Swasta HKBP, SMA Negeri 1 Bandar, SMA Swasta Bintang Timur, SMA Negeri 4 Pematangsiantar, dan SMA Negeri 5 Pematangsiantar. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menjawab berbagai soal yang menantang.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak termasuk Walikota Pematangsiantar bersama unsur Forkopimda seperti Polres Pematangsiantar, Polres Simalungun, Kodim Simalungun serta BNNK dari kedua wilayah. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan korupsi membutuhkan keterlibatan semua elemen, termasuk dunia pendidikan.
Tidak ketinggalan, Bank Indonesia turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari kontribusi dalam penguatan karakter generasi muda. Para guru pendamping pun terlihat aktif memberikan motivasi kepada siswa, menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh semangat.
Ketua panitia dari KPKMRI dalam sambutannya menegaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari gerakan moral untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki integritas tinggi. Ia menekankan bahwa korupsi dapat dicegah jika nilai-nilai kejujuran sudah ditanamkan sejak usia sekolah.
Lebih lanjut, Penasehat KPKMRI bersama tim konsultan hukum memberikan pemahaman kepada peserta tentang dampak buruk korupsi serta konsekuensi hukumnya. Edukasi ini menjadi momen penting agar para pelajar memahami bahwa korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga merusak masa depan bangsa.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, KPKMRI berharap lomba cerdas cermat dapat terus menjadi agenda rutin dalam membangun karakter pelajar. Melalui kegiatan ini, Diharapkan lahir generasi muda Siantar–Simalungun yang cerdas, Berani dan memiliki komitmen kuat untuk melawan korupsi di masa depan.
(Red)


Komentar via Facebook