Serapan APBD Disorot, Dinkes Nisel Dukung Optimisme Bupati dengan Percepat Penyaluran BOK Tahap II

Serapan APBD Disorot, Dinkes Nisel Dukung Optimisme Bupati dengan Percepat Penyaluran BOK Tahap II

Serapan APBD Disorot, Dinkes Nisel Dukung Optimisme Bupati dengan Percepat Penyaluran BOK Tahap II

NIAS SELATAN — Di tengah sorotan terhadap realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara,Tahun Anggaran 2026, Dinas Kesehatan bergerak mempercepat penyaluran Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahap II kepada Puskesmas.

Langkah tersebut sejalan dengan optimisme Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia yang sebelumnya menyatakan pemerintah daerah akan memaksimalkan serapan APBD hingga akhir tahun melalui evaluasi secara berkala terhadap organisasi perangkat daerah (OPD).

Lewat aplikasi WhatsApp, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan(Yankes) Dinas Kesehatan Nias Selatan, Emanuel Duha memastikan proses penyaluran BOK Tahap II telah berjalan dan dana sudah masuk ke rekening Puskesmas.

 

“Sudah tersalur ke rekening Puskesmas tahap 2,” ujar Kabid Yankes Dinas Kesehatan Nias Selatan saat dikonfirmasi.

Konfirmasi di lapangan juga diperoleh dari Kepala Puskesmas Idanotae, Fidar Buulolo. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia membenarkan bahwa Dana BOK Tahap II telah masuk ke rekening Puskesmas dan telah diperhitungkan untuk pelaksanaan kegiatan.

Untuk Tahun Anggaran 2026, Dana BOK dialokasikan bagi 36 Puskesmas di Kabupaten Nias Selatan dengan nilai sekitar Rp38,25 miliar.

Dana tersebut disalurkan secara bertahap dalam tiga tahap, dengan komposisi maksimal 30 persen pada tahap pertama, 40 persen pada tahap kedua, dan 30 persen pada tahap ketiga.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa BOK Tahap I telah direalisasikan kepada seluruh 36 Puskesmas. Laporan penggunaan Dana BOK Tahap I juga disebut telah disampaikan seluruh Puskesmas.

Dalam prosesnya, administrasi penyaluran sempat bersinggungan dengan pergantian kepala Puskesmas pada awal Mei 2026. Menurut Dinas Kesehatan, perubahan tersebut diikuti dengan penyesuaian rekening Puskesmas, yang prosesnya berlangsung hingga akhir Juni dan awal Juli.

Setelah proses administrasi tersebut berjalan, Dana BOK Tahap II kemudian disalurkan ke rekening Puskesmas.

Percepatan penyaluran BOK ini berlangsung ketika realisasi APBD Nias Selatan menjadi perhatian. Hingga September 2026, realisasi belanja daerah tercatat sekitar 42,06 persen atau Rp635,34 miliar.

Bupati Nias Selatan sebelumnya merespons kondisi tersebut dengan menyatakan optimistis serapan anggaran dapat dimaksimalkan hingga akhir tahun. Evaluasi terhadap OPD juga disebut dilakukan secara berkala untuk mendorong percepatan pelaksanaan program dan kegiatan.

Bagi sektor kesehatan, penyaluran BOK menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung operasional pelayanan di tingkat Puskesmas. Dengan telah tersalurnya BOK Tahap II, Puskesmas memiliki ruang untuk melanjutkan program dan kegiatan pelayanan sesuai peruntukan anggaran.

Selanjutnya, percepatan realisasi tersebut tetap perlu diikuti dengan penggunaan dana sesuai ketentuan, pelaporan yang tertib, serta akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Dengan demikian, perhatian terhadap serapan APBD tidak hanya berhenti pada besaran angka realisasi, tetapi juga bagaimana anggaran yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan masyarakat di 36 Puskesmas Nias Selatan.(Red)