Somasi Menu MBG di Fanayama, Dapur Akui Dekat Kandang Babi, Hal Teknis Arahkan ke BGN

Somasi Menu MBG di Fanayama, Dapur Akui Dekat Kandang Babi, Hal Teknis Arahkan ke BGN

Somasi Menu MBG di Fanayama, Dapur Akui Dekat Kandang Babi, Hal Teknis Arahkan ke BGN

NIAS SELATAN - Program Makan Bergizi (MBG) di Fanayama, Nias Selatan, Sumatera Utara,menjadi sorotan setelah tim penasihat hukum Law Office ARMAN BALI, SH & Partners, melayangkan somasi kepada pengelola dapur SPPG setempat. Somasi tersebut meminta penjelasan resmi atas sejumlah aspek pelaksanaan program, mulai dari standar penetapan harga bahan makanan, mekanisme pengadaan, hingga kelayakan lokasi dapur.

Dalam dokumen somasi yang diterima mediakita.news, dipersoalkan kesesuaian antara harga menu dengan porsi yang diterima, serta kondisi dapur yang disebut berada dekat dengan kandang ternak. Selain itu, turut diminta penjelasan mengenai sistem pengawasan dan standar sanitasi dalam operasional dapur.

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Fanayama menyampaikan jawaban tertulis. Ia menyatakan bahwa seluruh operasional dan distribusi program dijalankan berdasarkan petunjuk teknis Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan program makan bergizi gratis tahun anggaran 2026.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa seluruh kegiatan di SPPG dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional. Namun, untuk hal-hal yang berkaitan dengan standar operasional dan ketentuan teknis, pihaknya tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan justru mengarahkan agar pertanyaan diajukan langsung kepada Badan Gizi Nasional atau koordinator wilayah yang disebut memiliki kewenangan.

Jawaban itu tidak menguraikan secara rinci poin-poin yang dipersoalkan dalam somasi, seperti dasar penetapan harga bahan makanan, standar porsi dalam setiap menu, maupun mekanisme pengadaan bahan. Penjelasan terkait lokasi dapur dan standar sanitasi juga tidak dijabarkan dalam surat tersebut.

Saat dikonfirmasi secara terpisah oleh awak media pekan lalu(09/04/26), pemilik dapur mengakui bahwa lokasi dapur memang berada dekat dengan kandang babi. Ia menyebut kondisi tersebut tidak mempengaruhi lingkungan dapur karena area kandang tidak terlihat langsung dari area pengolahan makanan.

“Tidak kelihatan dari dapur karena sudah ditutup tembok,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berencana melakukan renovasi tambahan, khususnya pada bagian lantai dua dapur, agar area kandang tidak terlihat.(DjS)